#FezaJournal Sabtu, 11 Mei 2013

Hari sabtu, tanggal 11 Mei 2013…

Sama aja kaya hari-hari gw lainnya…. SEMPURNA!!! πŸ˜€ – gak perlu adagan gebrak meja sambil bilang demi ***** khan? :p –

Tapi, tentu saja setiap harinya punya cerita yang berbeda… berhubung ini adalah tulisan pertama tentang kegiatan sehari-harinya yang gw kasih hestek #FezaJournal , jadi ya agak-agak formal yak intronya – pake intro pulak πŸ˜€ –

wajib bgt klik, aselik seru bgt ceritanya :)>

mengenal gaya percintaanmu

Blog ini gw tulis karena sharing is caring, setelah gw mengikuti quiznya, yang manakah gaya percintaanku.

Setiap manusia itu unik. Dan ternyata, masa kecil dan lingkungan kita sangat mempengaruhi bagaimana kita berperilaku dalam mencintai orang lain.

Lalu bagaimanakah hasil quiz gw!?

Ternyata, gw adalah seorang Pleaser dan Avoider dengan nilai yang sama. 50%

sebenernya, Avoider ini jadi ‘focus area’ dan bukan ‘needs work’. karena di foto avoider sebelumnya, masih ada satu baris terakhir yang tidak masuk dalam ‘screenshot’

Lantas, karena memiliki dua gaya percintaan, apakah persamaan dan perbedaannya?

nah, yang mau tau gaya percintaannya, bisa ikut quiznya πŸ‘‡

Love Style Quiz

disclaimer:

#FezaJournal 17 April 2020 Makan Orange Blaster teringat bosque yang lagi ulang tahun, SELAMAT ULANG TAHUN, BOSQUE!

orange blaster dalam wadah sekali pakai

Jadi, hari ini gw ngidam Orange Blasternya Warung Upnormal, dan gw pertama kali ngerasain jenis makanan ini, karena waktu itu si bosque pesan menu ini DAN GW TENTU SAJA MINTA! πŸ™ˆ

Waktu itu, kita baru kelar latihan HIIT di GOR Soemantri Bojonegoro, Kuningan.

Berhubung orangnya hari ini ulang tahun, gw sekalian mau ngucapin SELAMAT ULANG TAHUN, BOSQUE!

#FezaJournal 16 April 2020 bereksperimen dengan non-fasted state workout

Beberapa hari ini, gw selalu berjalan kaki dengan menghabiskan waktu tempuh 2,5 jam dan 12 km jarak tempuh dan membakar Β± 400an kkal tepat sebelum mematahkan (baca: break) intermittent fasting. Jadi, gw secara harfiah ngabuburit dengan berjalan kaki.

Tujuan yang mau dicapai adalah — CMIIW ya –:

1. Dalam keadaan tidak mengonsumsi apapun, secara alamiah tubuh menggunakan nutrisi yang ada didalam tubuh — dalam hal ini lemak tubuh — sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi.

2. Dari beberapa sumber yang gw baca — sumber terkait menyusul –, olahraga dengan intensitas rendah, langsung menggunakan lemak tubuh sebagai bahan bakar dalam menghasilkan energi.

3. Ada penelitian — sumber terkait menyusul — yang menyatakan bahwa olahraga dalam keadaan berpuasa lebih efektif membakar lemak tubuh.

Jadi, karena 3 alasan tersebutlah, gw memutuskan untuk melakukan jalan kaki beberapa jam sebelum mematahkan (baca: break) intermittent fasting.

Namun,

Terkait dengan alasan no 3 diatas, ada penelitian lain yang menyatakan bahwa latihan/olahraga/workout dengan berpuasa maupun tidak, tidak berdampak sistemik alias hampir tidak ada perbedaannya.

Hari ini, gw intermittent fasting selama 16 jam, dimana waktu mematahkan (baca: break) intermittent fastingnya jam 3 sore. Tebak makanan pertama yang jadi korban kebiadaban mulut gw!? Triple Chocolate Donut nya Dunkin Donut yang dari jam 12 siang udah pengen gw sikat aja kek mau ngasih pantun (CAKEP!).

Setelah 1 donat utuh yang jadi korban, akhirnya korban berikutnya adalah teh botol ukuran 330 ml tentu saja sajikan selagi dingin ya, wak! Semua secara lahap gw habiskan tepat sebelum memulai jalan kaki.

Terima kasih buat myfitnesspal yang udah ngasih tau berapa kalori donatnya.

Jadi, 1 Triple Chocolate Donut = 420 kkal plus teh botol ukuran 330 ml = 100 kkal, udah habis aja jatah 520 kkal.

Gw menghabiskan 1 jam berjalan kaki sebelum memutuskan buat makan di RM Padang, karena gw mau memulai intermittent fasting lebih cepat, dengan rencana jika dimulai jam 4 atau 5 sore, dan berniat puasa selama 24 jam (lebih?), maka gw mematahkan (baca: break) intermittent fasting keesokan harinya tetap dengan ngabuburit 2-3 jam berjalan kaki.

Setelah makan yang gw kira-kira menghabiskan 800 – 900 kkal, gw memutuskan sejam lagi mau minum teh botol lagi πŸ™ˆ.

Kenapa harus nunggu sejam!? Karena kandungan tanin pada teh dapat mengikat protein sehingga jadi lebih sulit diserap oleh tubuh. Sayang khan!?

O iya, target konsumsi kalori gw hari ini 1.500 kkal dan defisit kalori500 kkal, jadi ya kira-kira genap tercukupi.

total perjalanan hari ini
foto tepat 12 jam berpuasa (kurang 1/2 jam sih πŸ™ˆ)
foto tepat setelah berjalan jauh mengarungi hidup ini (halah!)

#FezaJournal 15 April 2020 my new chapter in life (?) — cekileh πŸ™ˆ —

Hi Everything πŸ‘‹πŸ‘‹

Tadinya gw pikir ini tulisan pertama gw — di blog — di tahun 2020, ternyata tulisan kedua πŸ˜‚.

prolog (baca: realita saat tulisan ini sedang dibuat) : mencoba menulis blog 30 menit sebelum waktu tidur, karena tidur 8 jam itu penting, ya sepenting kamu buat ku di hatiku! — makjleb πŸ™ˆ — ditambah tampilan wordpress for android yang baru yang gak tau nih dimana letak italian style fontnya jadi gak bisa memiringkan huruf — besok aja dieditnya di laptop πŸ™ˆ –.

It’s been years gw gak menulis peristiwa penting — yang mana banyakan gak pentingnya gw rasa! πŸ™ˆ — , ya seperti pertama kali naksir kamu misalnya!? πŸ˜‹βœŒ ah tapi naksir kamu sih gak begitu penting, kalau aku tidak/belum bisa membahagiakan kamu πŸ™ˆ.

Long story short — maklum anak JakTim keSELATANSELATANan πŸ˜‚ –, beberapa hari ini gw melakukan tindakan yang radikal — bukan! bukan! radikalisme atau tindakan radikal mengarah ke ya-you-know-lah-ya — yang adalah jreng jreng jreng…

hmmm… apa yah namanya (bingung sendiri, monolog), hal pertama yang gw lakukan adalah memperbaiki pola makan — gw rasa kalau gw sebut diet, akan banyak yang salah menduga — dan pola latihan — mengingat tempat gym tutup –.

Hari ini, tanggal 15 April 2020, gw melakukan salah satu breakthrough pertama, yaitu intermittent fasting (alias gak makan apa-apa, termasuk makan teman πŸ™ˆ) selama 24 Jam 40 menit! — sila beri tepukan dengan gemuruh! πŸ‘πŸ‘ –.

Dan…. 2,5 Jam sebelum gw patahkan (baca: break) intermittent fasting, gw mulai jalan kaki in terms of olahraga/membakar lemak/menuju ke hatimu πŸ™ˆ.

Yang masih PR buat gw sebenarnya adalah defisit kalori! sekilas info, untuk membakar lemak di tubuh, salah satu cara yang paling penting adalah defisit kalori yaitu jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh kurang dari yang diperlukan oleh tubuh untuk menyupport tubuh untuk hidup, sehingga tubuh yang kekurangan energi karena defisit kalori ini akan menggunakan cadangan lemak tubuh sebagai pengganti kekurangan kalori tersebut — panjang ya, wak! –.

Tapi, semoga besok gw sudah benar-benar men-track kalori yang masuk.

Dan semoga kalau suatu saat aku bertemu kamu nanti, aku sudah bisa membuatmu melirik πŸ™ˆ.

epilog : kemarin (selasa) sih nimbang di jam 5 sore, berat badan gw di 68,1 kg dimana hari minggu sebelumnya, berat badan gw di 70 kg, dan tadi di jam 4 sore menimbang — mengingat dan memutuskan (halah!) — dalam keadaan masih intermittent fasting 22 jam, berat badan gw di 67,7 πŸ™ˆ

selesai nulis di 5 menit menuju waktu tidur — tapi mandi dulu 😁 —

#FezaJournal 2 Januari 2019

Akhirnya….. setelah ribuan purnama, gw mencoba untuk aktif kembali. Aktif ngeblog maksudnya.

Hari ini dimulai saat gw secara impulsif mendatangi Puskesmas Duren Sawit buat menemui Psikolog. Yes… ketika gw posting ini di instastories, banyak (gak banyak juga sih! πŸ™ˆ) yang nanya “lo kenapa!?”.

Rencana awalnya gw datang menemui Psikolog, karena gw butuh approval atau diagnosa dari seorang yang berkompetensi buat mendiagnosa apakah gw memiliki suatu gejala disorder atau tidak. Gw ingin tahu, apakah gw memiliki ADHD atau tidak. (Googling sendiri yak ADHD itu apa! πŸ˜‹)

Sebuah pengakuan! 😁✌

gw bertolak ke Puskesmas langsung dari kantor dan tidak pulang dulu, jadi saat itu gw belum mandi! (πŸ™ˆ)

Iya, gw menginap di kantor malamnya. Kantor gw enak deh! (Lha malah promosi! πŸ˜’)

Sekalian gw mau menjelaskan adab-adabnya kalau kalian juga mau mencoba untuk mendatangi Psikolog di Puskesmas.

Yang pertama.. kalian kudu daftar dulu di loket pendaftaran. Dan nanti setelah mengambil nomor antrian dan dipanggil, kita dimintai beberapa keterangan untuk database mereka lalu memberikan kita semacam kartu Puskesmas.

Yang kedua, kita diminta untuk ke ruang Psikolog di lantai 3 dan menunggu didepan ruangan Psikolog tersebut.

Sesi masing-masing pasien dengan Psikolog adalah 1 jam. Tapi kayaknya gw tadi 1 1/2 jam sendiri! (πŸ™ˆ) Karena gw adalah pasien terakhir. O iya, Poli Psikolog ini cuma sampai jam 12 siang, walaupun tadi gw dipanggil masuk kedalam ruangan jam 1 kurang 10 apa 20 menit. Dan berakhir di jam 2 siang.

Lantas, apa yang terjadi selama di dalam ruangan?

Sang Psikolog pertama menginput data-data gw. Data-datanya lebih berupa gambaran keluarga gw dan kehidupan gw sebelumnya.

#FezaGoesToJapan Chapter Hokkaido Day 2

me at Maruyama Park, Sapporo, Hokkaido on Cherry Blossom season
20180502_123504
mandatory picture of me before exploring the city

SAKURAAAAAAAAAAA!!!!! ARRRRRRRGGGGGGHHHHHHHH!!!!!

iya… gw se super excited itu mau liat sakura… ya karena salah satu wishlist gw ke Jepang saat itu ya mau liat sakura! wooohhhoooo…

Tapi……

Gw liat sakuranya dimana!?

Setelah searching-searching,

#FezaGoesToJapan Chapter Hokkaido

Epilog

Ban motor bocor

1 mei 2018.. Hari dimana gw harusnya bertolak dari Indonesia ke Jepang jam 7 pagi, diawali dengan ban motor yang bocor di jam hampir mendekati jam 1 pagi! Ketika nenteng-nenteng motor saat mencari tukang tambal ban, gw cuma bermonolog, “gak jadi ke Jepang nih gw keknya! mana belum packing pula!”

Sesampainya di rumah jam 2 pagi, gw baru memulai packing yang lebih tepatnya sih “masukin aja ini semua baju, celana, outwear, sneaker, apalah semuanya ke koper!” yang nantinya, setengah dari pakaian di koper tidak terpakai selama di Jepang! Hehehe…

Day 1

#FezaSoliloquy bercermin lalu tetiba terfikir

Melewati cermin, lalu beberapa detik berikutnya bercermin! 😁

Beberapa detik berikutnya, sambil melihat muka yang… ya bisa dibilang lagi bagus-bagusnya karena habis cuci muka(?), gw auto bersyukur…

“Alhamdulillah ya Allah SWT atas segala-galanya…”

Masih bercermin, tetiba mind wondering gw pun bersuara,

“IQ tinggi! EQ tinggi! Tidak ada kecacatan baik jasmani maupun rohani, tapi hidup lo masih gini-gini aja?

Harusnya…. Dengan segala kenikmatan tersebut, kehidupan lo jauh dari pada ini semua!”

Dan gw baru sadar, i don’t even think about it ever!

#FezaSoliloquy Ini kenapa kamu dan aku harus sering melakukan perbuatan baik

Sebuah prolog…

Ceritanya, di umur yang baru ini, gw BERTEKAD untuk mengubah hidup gw kearah yang lebih baik lagi — ok ini tidak cukup spesifik! –, melakukan perbuatan yang harusnya bisa lebih bermakna — untuk diri gw pribadi — dan bisa juga lebih bermanfaat — untuk orang lain, lingkungan, bahkan makhluk hidup lainnya —

Boleh gw minta diaminkan? 😁

Dan hal pertama yang mendasar yang harus gw lakukan pertama kali adalah………

TIDUR CEPAT YANG BEREFEK BANGUN JUGA LEBIH CEPAT DARI BIASANYA!

Dan sebagai pengantar tidur, alih-alih bermain hape, gw memutuskan mengganti dengan membaca buku. — baiklah gw akui, tiba-tiba menulis postingan ini berarti gw sudah melanggar keputusan gw! Ya tapi gw khan tiba-tiba semacam mendapat wangsit, efek dari membaca yang akan sangat disayangkan kalo hilang pas bangun tidur besok khan? hestek BUKAN ALASAN —

Ok… Balik ke judul, gw sedang membaca buku karangannya CHARLES DUHIGG yaitu THE POWER OF HABIT. Di bab pertama bagian II yang bercerita tentang penelitian yang dilakukan di DEPARTEMEN SAINS OTAK DAN KOGNOTIF di MASSACHUSETTS INSTITUTS OF TECHNOLOGY dimana para ilmuwan disana sedang meneliti tikus dan hubungannya dengan GANGLIA BASAL, salah satu bagian didalam otak yang ternyata berfungsi untuk mengingat hal-hal yang dilakukan dan — dengan efektif dan efisiennya — mengubah hal-hal yang dilakukan tadi menjadi suatu KEBIASAAN jika dilakukan terus-menerus dan/atau berulang-ulang.

Ternyata, sesuai hukum alam semesta THE PRINCIPLE OF THE LEAST ACTION atau bahasa manusianya ASAS TINDAKAN TERKECIL, dimana alam semesta bergerak — secara relatif — dengan energi yang seminimal mungkin!

Dan ternyata, ini juga berlaku untuk otak kita. Otak kita — lagi-lagi dengan efektif dan efisiennya — menggunakan energi seminim mungkin dengan MENYIMPAN KEBIASAAN sehingga otak tidak lagi perlu beraktivitas yang membuat otak mengonsumsi energi berlebihan.

— DAN GW MENYADARI, GW JADI TIDAK EFEKTIF DAN EFISIEN DENGAN MENJELASKAN SEMUA HAL DIATAS πŸ‘† πŸ˜’ —

Dan yang terlintas di kepala gw, segera setelah membaca bagian ini adalah…..

Ganglia basal yang mengubah hal-hal yang kita lakukan dan menyimpannya dalam bentuk KEBIASAAN, menjadi pedang bermata dua.

Kalau kita terus menerus melakukan perbuatan yang buruk! maka (otak) kita sendiri yang akan membuat kita SECARA OTOMATIS terus melakukan perbuatan yang buruk.

Sebaliknya!

Jika kita terus melakukan perbuatan yang baik, maka SECARA OTOMATIS pula kita melakukan perbuatan baik.

Selamat melakukan perbuatan baik!