#FezaJournal Sabtu, 11 Mei 2013

Hari sabtu, tanggal 11 Mei 2013…

Sama aja kaya hari-hari gw lainnya…. SEMPURNA!!! πŸ˜€ – gak perlu adagan gebrak meja sambil bilang demi ***** khan? :p –

Tapi, tentu saja setiap harinya punya cerita yang berbeda… berhubung ini adalah tulisan pertama tentang kegiatan sehari-harinya yang gw kasih hestek #FezaJournal , jadi ya agak-agak formal yak intronya – pake intro pulak πŸ˜€ –

wajib bgt klik, aselik seru bgt ceritanya :)>

Iklan

Menjadi lebih baik

“Lantas, bagaimanakah caranya gw bisa jadi lebih baik? Di dunia maupun di akhirat?”

Ramadhan 1439 H baru saja berlalu dan saat tulisan ini dibuat, tertanggal 2 syawal 1439 H.

Menjadi lebih baik? Siapa sih yang yang tidak mau atau setidaknya terlintas di pikiran setiap harinya?

So my question is………..

HOW??

Terus terang, gw belum tau (hmmm… Atau sudah tau tapi lupa?) TINDAKAN apa yang harus gw ambil pertama kali, lalu kali kedua (lalu terngiang lagunya Raisa di kepala) dan seterusnya.

Sebenernya, tulisan pertama gw di tahun 2018 ini, (IYA… INI TULISAN PERTAMA GW DI TAHUN 2018! KEMANA AJA LO, JAAAA!!!???) adalah seonggok monolog gw buat gw pribadi (yha namanya juga monolog!).

Akan tetapi.. Tulisan-tulisan gw di blog ini seringnya bisa jadi pengingat gw di masa depan (langsung berasa kek Trunksnya Dragon Ball).

Oke..

Balik lagi ke pertanyaan BESARnya!

HOW??

Kayaknya, yang pertama (dan terutama! #halah) adalah merancang GARIS BESAR HALUAN PRIBADI (GBHP) alias merancang MASTERPLAN tentang “GW MAU JADI APA NANTI ATAU GW MAU KEHIDUPAN SEPERTI APA DAN APA-APA SAJA YANG GW INGINKAN DALAM HIDUP!”

P.S: Tau gak, bahkan ketika mula-mula gw nulis postingan ini, gw masih wondering “jadi gw harus ngapain dulu!?”. Eh sembari nulis, keluar ide diatas ini πŸ‘† tentang (GBHP / Masterplan) kehidupanque.

Jadi, sebelum gw melanjutkan tulisan ini tentang “HOW??”, gw akan duduk syantiek membayangkan lalu menuliskan GBHP / Masterplan kehidupan gw

Gw ngakak sih baca cerita ini..

Gus Dur emang juara!

“Suatu ketika KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ditanya versi mana yang benar dari kisah tersebut.

β€œGus, dari kedua versi tersebut, kira-kira mana yang benar?” tanya seorang sahabat kepada Gus Dur saat ngobrol santai di sebuah tempat.

β€œBaik Ismail maupun Ishak, dua-duanya tidak jadi disembelih, jadi buat apa diributkan,” jawab Gus Dur dengan gaya dan tawa khasnya.”

View on Path