#FezaGoesToAsean chapter Bangkok day 7

Day 11

Last Day In Bangkok

 

 

Cyinn!! Walopun gw sekarang tinggal di sepelemparan kolor dari Grand Palace, gw belom mengunjungin tempat itu!!! Setelah siap-siap –– dan seperti ritual biasanya, menitipkan backpack di resepsionis –– dan menyingsingkan lengan baju –– yang bajunya tidak berlengan 😀 –– destinasi gw sekarang adalah Grand Palace dan Wat Arun yang letaknya di seberang sungai Chao Phraya..          1)

 

 

Nah!! Nah!! Ternyata, sesampainya di Grand Palace, hari ini tertutup untuk umum dikarenakan ada cara kenegaraan yang sedang berlangsung di sana –– dan His Highness Royal King tampaknya juga sedang ada di dalam Grand Palace..o iya, kalo ada scam-scam ga jelas dari orang lokal yang bilang kalo Grand Palace itu tutup. Jangan dipercaya!! –– ya tentu saja kalo kaya kasus gw, Grand Palace tutup. Itupun karena ada acara kenegaraan ––. Dan jangan lupa, PAKAIAN YANG SOPAN!!! 😀          2)

 

389272_4145368034634_2119222442_n

Pemberitahuan yang ada di dinding Grand Palace ^

 

599766_4145377554872_220518600_n

Gerbang Grand Palace ^

 

 

Eits.. dalam perjalanan menuju Grand Palace dari Khaosan road –– dengan jalan kaki pastinya ––, dikejauhan, Nampak seorang Ibu-ibu yang sedang mencoba menghentikan seorang bule yang sedang berjalan ke arah Ibu-ibu tersebut yang dengan gigihnya menawarkan beberapa plastik yang berisi jagung yang ditebarkan di sekeliling mereka yang sedang dikerubungi oleh sekumpulan burung-burung merpati. Yang juara adalah –– dengan melihat dari kejauhan tentunya –– si Ibumeminta si bule tersebut untuk mengambil segenggam jagung dan melemparnya ke arah kerumunan merpati –– dan dilakukan aja donk sama si bule –– yang berakhir kepada penyerahan sejumput #eh sejumlah lembar uang dari si bule kepada sang Ibu penjual biji jagung tersebut –– ya alias bayar ––.          3)

 

 

Ternyata!! Inilah Ibu-ibu yang terkenal dalam legenda per’backpack’eran..di mana dikisahkan bahwa ada sesosok manusia berjenis kelamin wanita yang umurnya tidak bisa dikatakan muda lagi, yang selalu kemana-mana membawa beberapa plastic yang berisi biji jagung yang nantinya akan ditebarkan ke arah kerumunan burung-burung merpati yang ada di sekitar di mana si Ibu-ibu ini berdiri –– ya iyalah, ibarat ngasih ikan ke kerumunan kucing, ya pasti disamperin lah ––          4)

 

550399_4145366274590_973156850_n

The legendary “Wanita penjual biji jagung” ^

 

 

Sesaat ketika tidak bisa masuk ke Grand Palace, maka gw coba duduk di sanam luang park –– taman besar yang posisinya persis di depan Grand Palace yang fotonya udah gw posting di “Day 9”.. Dan ketika lagi asik-asiknya duduk-duduk menikmati pemandangan sambil dengerin musik, tiba-tiba ada seorang Ibu-ibu yang dengan bahasa thainya yang kira-kira intinya doi nyuruh gw berdiri –– selama gw di Thailand, gw selalu dianggap orang Thai juga (baca: mirip) , jadi Ibu-ibu ini ngomong antara doi nganggep gw orang lokal atau emang doi ga bisa bahasa Inggris ––          5)

 

 

Agak bingung sih, apa gw disuruh berdiri karena lagu kebangsaan Thailand sedang dikumandangkan?? Tapi, sebudek-budeknya gw, gw sama sekali ga mendengar ada suara yang pernah gw denger waktu di Chatuchak Weekend market. Dan setelah beberapa saat, barulah gw tau kenapa gw disuruh berdiri sama Ibu-ibu itu.. Ternyata, iring-iringan raja sedang keluar dari Grand Palace yang kebetulan lewat sanam luang park, tempat gw sedang duduk-duduk.. Antara takjub dan heran, takjub karena sebegininya sang HHR king dihormati, heran karena, darimana orang-orang –– yang ternyata pada berdiri semua –– di taman tau kalo HHR King akan keluar dari Grand Palace???          6)

 

 

Setelah gagal memasuki Grand palace –– o iya, waktu gw mau meninggalkan Grand Palace setelah sang HHR King keluar, ada semacam parade tentara baris-berbaris yang keluar dari Grand Palace juga –– gw lanjutkan ke Wat Arun yang dikenal sebagai Temple of the Dawn.. Letaknya ada di seberang sungai Chao Phraya, dan untuk ke sana, kita harus menyebrang menggunakan semacam Ferry..letak dermaganya sih gak jauh dari Grand palace, yah tapi pake jalan kaki gempor juga, kira-kira, gak sampe satu kilo lah jarak antara Grand Palace ke Dermaga..di mana di luar Dermaga ini, ada yang jualan seperti nasi kuning –– yang pastinya tidak mengandung muu (baca: babi / pork) ––          7)

 

250707_4145321753477_1433095910_n

Kira-kira, beginilah cara masuk dan bayar jasa kapalnya –– yang Cuma 3 Baht –– ^

 

534175_4145488757652_293376207_n

Bentuk kapal penyebrangannya ^

 

575756_4145392195238_176960637_n

 

601039_4145379594923_234001467_n

Wat Arun dari kejauhan ^

 

165945_4145382675000_422199490_n

 

 

 

Dan begitulah gw menghabiskan sore terakhir gw di Bangkok..sekarang waktunya menuju Stasiun Hua Lamphong, di mana tujuan gw berikutnya adalah Phuket dengan pemberhentian kereta terakhir di Suratthani, lalu dilanjutkan dengan bus.. Dan ternyata, di stasiun Hua Lamphong, bertemu sama rotaractor dari eropa yang besoknya juga akan ke suratthani dengan tujuan ke Koh Tao –– hmmm… sejujurnya, setelah Suratthani destinasi gw berikutnya (baca: pengennya) ke koh samui dan koh phangan yang kebetulan letaknya sejajar secara vertical, juga dengan koh tao ––          8)

 

181363_4145679162412_608578646_n

Beginilah bentuk gerbong sleeper train ^

 

539933_4145620400943_738627762_n

Bilik tidur sayah \^^/ ^

 

554372_4145589680175_2017052774_n

Pak masinis atau kondektur yang sedang menyusun dari kursi mode menjadi kasur mode ^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s