#FezaThrowBack ahahahha… Jadi inget jamannya “clubbing race” dan gw mengundurkan diri! 😅😁 padahal top 3 nya penentuannya di zookout singapore loh! :p *masih ada ga ya sekarang?*

image

“Jadi mas, syaratnya adalah saat clubbing race nanti semua peserta harus minum 1 gelas sebelum mencari angka-angka tersembunyi sesuai clue yang kita kasih!” kata panitia ketika yang lolos ke babak selanjutnya dipanggil via telepon ke Diagonnale..

Sebelumnya, pas gw ditelpon kalo gw lolos ke babak selanjutnya, gw seneng banget!

Cuma, berhubung gw gak minum, alhasil gw mengundurkan diri saat diajukan syarat tsb!

Yaaahhh… Gapapalah… Itung-itung seneng kalo gw lolos ke tahapan berikutnya walopun ga jadi finalis! 😁😁

#FezaSharing Rasulullah SAW sudah memprediksi akan ada sekelompok orang yang membaca Quran tapi tidak mengamalkannya bahkan “membuangnya dibelakang punggung! Dan para imam mujtahid (imam Syafi’i dan Ahmad bin Hambal) juga memusuhi kaum Khawarij pada masanya!

image

#cymera

source: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

Apakah ISIS termasuk dari golongan Khawarij? Kaum yang gemar mengafirkan golongan muslim yang berbeda dan melakukan kekerasan hingga pembunuhan! Bahkan Rasulullah SAW sendiri yang akan turun tangan jika menemui golongan ini!

Khawarij terbentuk saat Sayyidina Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, selengkapnya

mereka makin menjadi orang-orang yang sangat ekstrim dalam pendapat-pendapat mereka dan sangat jauh melewati batas. Dan karena watak mereka itu lebih cenderung kepada kekerasan, maka mereka menyerukan memerangi setiap orang yang berlawanan dengan mereka dan melakukan pemberontakan bersenjata terhadap pemerintahan yang zhalim (tidak sah). Oleh sebab itu, untuk waktu yang lama sekali mereka telah membangkitkan keonaran dimana-mana dan lebih cenderung membunuh dan menumpahkan darah sampai saat mereka dapat dimusnahkan di zaman kekuasaan Bani Abbas.”

source: http://m.eramuslim.com/ustadz-menjawab/khawarij.htm

Eh…

Gw dari jaman sekolah dulu udah punya kelompok main sendiri (istilah jaman itu “ngegank”), dan seringnya gw yang paling diem..

Sekarang juga mayan banyak diem!

bedanya, dulu gw tiap mau beropini, takut! Abis di’bully’ mulu tiap ngejeplak *abis jayus sih seringnya :p*

Kalo sekarang, gw diem karena ngedengerin dan memperhatikan lebih seksama #ahsyedaff .. Abis itu, kalo ga gw yang ngebully, gw yang banyak “speak up my mind” 😂😋

Iya yah! Baru ngeh juga guweh!

Alhamdulillah ya Allah!! I did counter my phobia?

View on Path

#FezaThought #FezaJournals waini! Gw pernah baca “alone (sendirian) tidak sama / bukan berarti lonely (kesepian)..

image

Temen gw pernah jawab ketika gw tanya “habis dari mana?, “biasalah, habis ngumpul sama anak-anak… TAPI TETEP DENGAN HATI KOSONG!!”

Trus dia juga pernah nyeletuk “Ja, lo kalo di path kesannya selalu happy, gw gak yakin realitanya gak gitu!” membandingkan dengan dirinya yang sepertinya postingan dan realita adalah 2 hal yang berbeda!

Karena kalo posting tentu saja kalo ga pamer yah bisa bikin irilah! Curhat yang amat dalam mah bukan ranah path banget!

Dan gw jawab “enggak kok, insyaa Allah apa yang gw posting selalu sesuai dengan realitanya.. Malahan, semua (99%) postingan gw di path selalu gw crosslink ke sosmed gw yang lain”

Gw lanjutin “gw sering sendirian, gw bisa menikmati kesendirian maupun kebersamaan dengan orang lain dengan perasaan yang sama-sama penuh sukacita tanpa merasa kesepian!”

Gw juga belum tau jawaban kenapa temen gw bisa merasakan kesepian ditengah-tengah keramaian, sedangkan gw tidak pernah (insyaa Allah) kesepian walopun sendirian!

Apa mungkin gw gak sadar merasakan kehadiran Allah SWT disini (nunjuk dada)? 😉

#FezaThought ISIS… dilihat dari berbagai sudut perspektif..

image

#cymera

source: http://mojok.co/2016/01/bersikap-adil-kepada-isis/

Gw pernah bilang (dan bertanya sama sejarahwan), Patih Gajah Mada dari perspektif rakyat jawa (saat itu) & Indonesia (saat ini) adalah seorang pahlawan.. Tapi bagi negara-negara jajahannya, sebagai aggresor, tentu saja mereka pasti membenci Patih Gajah Mada!

Well, walopun sejarah majapahit konon tidak seperti apa yang diceritakan sekarang ini sih..

#FezaThought aksioma ketiga manajemen keuangan, “cash is king” atau “Kas adalah Raja”! Jadi, mana yang harus diprioritaskan? Profit atau Kas? sebuah tinjauan dari suatu negara..

image

source: http://beritagar.id/artikel/berita/obligasi-as-dijual-tiongkok-coba-kendalikan-ekonomi

Menilik perusahaan yang hampir (bahkan bisa dibilang nyaris) semuanya menggunakan metode akrual basis, ada perbedaan yang terpampang nyata dan bukanlah fenomena fatamorgana! (Hidup itu jangan terlalu serius, shaaayy!! Hempas… Datang lagi *ok cukup! :p) antara profit dan kas internal!

Pasti para pengusaha (kebanyakannya sih) sering heran “kok profit dan/atau revenue menanjak naik, tapi duitnya hempas dan gak dateng lagi?” :p

Dalam istilah akunting dikenal dengan nama “akrual basis”! (Insyaa Allah gw akan jelasin apa sih itu bahasa planet! :p)..

Intinya, mana yang harus didahulukan, profit (dan/atau revenue) atau cashflow?

Ternyata, juga berlaku dalam suatu negara!

US adalah negara dengan PDB terbesar di dunia (saat ini), tapi utangnya luar biasa banyak, karena gak ada duit! Tapi duitnya harus ada, salah satunya untuk mengerek PDBnya membumbung tinggi.

Seru juga nih kalo gw nulis “diantara profit & kas, kupilih siapa?” (insyaa Allah) 😄😋

#FezaMengutip bacaan sebelum tidur by @hotradero di beritagar.id

image

#cymera

source: https://beritagar.id/artikel/telatah/emas-amerika-obsesi-tiongkok

Emas Amerika, obsesi Tiongkok

Oleh : Poltak Hotradero 07:00 WIB – Sabtu , 16 Januari 2016

Disebut meijin, yang dalam bahasa Mandarin aslinya berarti “Emas Amerika” alias dolar Amerika Serikat (AS). Namun lebih dari sekadar uang, meijin adalah obsesi pencapaian kemajuan ekonomi.

Itulah kesan yang sedemikian mendalam, bahkan setelah pada 1971 sejak Presiden Nixon tak lagi menyetarakan dolar AS dengan emas pada ukuran pasti.

Obsesi atas meijin-lah yang mendorong modernisasi ekonomi Tiongkok. Dalam biografi Deng Xiaoping disebutkan, pada era 1970-an Tiongkok sempat hanya memiliki cadangan devisa USD167 juta. Sedemikian kecil untuk negara yang sedemikian besar.

Sebagai pembanding, pada sekitar 1975 Pertamina berutang USD10,5 miliar atau hampir sepertiga ekonomi Indonesia. Utang tersebut gagal dibayar dan nyaris menenggelamkan perekonomian Indonesia saat itu.

Dari titik berangkat yang sedemikian kecil, muncul cita-cita sederhana. Dalam sebuah pertemuan Deng Xiaoping pernah berkata: “Bayangkan kamerad sekalian, bila suatu saat nanti negeri kita bisa memiliki cadangan devisa USD10 miliar, akan banyak sekali yang dapat kita kerjakan.”

Skala yang tak terbayangkan bagi Tiongkok pada akhir 1970-an.

Hal yang membuat Tiongkok berbeda dari Indonesia bukan semata pada skala impian dan skala bencana keuangan; namun cara memenuhi obsesi atas meijin itu. Bagi Tiongkok, obsesi itu dipenuhi lewat berdagang.

Deng Xiaoping pun membuka beberapa zona ekonomi khusus ramah investasi dan memperlancar perdagangan. Bukan sesuatu yang unik, lantaran sekadar meniru Hong Kong dan Taiwan.

Dari zona ekonomi khusus inilah barang berhamburan ke seluruh dunia dan dari arah sebaliknya uang berdatangan masuk ke Tiongkok. Sebagian dari uang ini ditukarkan menjadi Renminbi (yang artinya “uang rakyat”) pada nilai tukar tertentu. Selebihnya membentuk cadangan devisa Tiongkok setelah dikurangi ongkos impor.

Proses perburuan meijin terus berlanjut. Pada akhir 1980 cadangan devisa Tiongkok hanya senilai USD2,5 miliar. Angka ini bertumbuh mendekati USD30 miliar pada awal 1990. Pada awal milenium baru, angkanya melesat jadi USD165 miliar. Saat Deng wafat pada 1997, impiannya atas cadangan devisa Tiongkok telah terlampaui 14 kali lipat.

Skala cadangan devisa Tiongkok pun mencapai lompatan kuantum pasca Tiongkok menjadi anggota organisasi perdagangan dunia, WTO (World Trade Organization). Saat 2001 berakhir, cadangan devisa Tiongkok berada pada USD212 miliar.

Hanya dibutuhkan waktu lima tahun hingga angkanya mencapai USD1 triliun. Lalu pada Agustus 2009, tercapai ukuran 10 kali lipat dari posisi awal, saat Tiongkok mulai menjadi anggota WTO.

Obsesi Tiongkok atas cadangan devisa mencapai puncaknya pada bulan Juni 2014. Saat itu, angkanya sudah mencapai USD3,7 triliun. Lalu muncul kesadaran bahwa hal ini perlu berakhir.

Penumpukan cadangan devisa besar-besaran pada dasarnya adalah “subsidi” atas belanja pemerintah Amerika sebagai pengutang terbesar di dunia, sekaligus penyerahan diri tersandera inflasi negeri Paman Sam.

Tiongkok pun mengubah kiblat ekonominya ke arah konsumsi ketimbang ekspor, dan berhenti menambah cadangan devisa. Mereka mulai menggunakannya untuk menetralisir efek negatif utang luar negeri swasta Tiongkok yang mencapai sekitar USD1 triliun.

Pada awal 2016, terbetik angka USD513 miliar volume penurunan cadangan devisa Tiongkok sepanjang 2015. Sebagian dipicu larinya USD843 miliar modal ke luar negeri. Namun cadangan devisa Tiongkok masih berada di atas USD3 triliun, meski masih akan tergerus.

Impian Deng Xiaoping yang ingin punya devisa USD10 miliar 45 tahun lalu, kini menjadi terlihat sedemikian kecil.