Ngedenger 2 azan di mesjid, jadi inget cerita 2 sahabat, Buya HAMKA si orang minang & KH. Abdullah Syafe’i, ulama dari Betawi…

Mereka bersahabat, tapi memiliki pandangan fiqh yang berbeda! Tapi itu hanyalah masalah khilafiyah (perbedaan pendapat)!

Buya HAMKA meyakini kalo qunut itu ga boleh dan azan ketika jumat cukup sekali!

KH. Abdullah Syafe’i justru sebaliknya, qunut sangat sunah dibaca saat solat subuh, dan azan jumat itu 2x..

Suatu saat, di mesjid Al-Azhar blok M, Buya HAMKA kebagian jadi khatib..

Melihat sahabatnya berkunjung, Buya HAMKA mempersilahkan KH. Abdullah Syafe’i yang jadi khatib..

Ada hal yang tidak biasa di mesjid itu, azannya 2x!

Rupanya, Buya HAMKA menghormati pendapat Ulama Betawi sahabatnya tersebut!

Seharusnya emang muslim satu dan lainnya kek gitu, saling menghormati! Bahkan terhadap non muslim lainnya!

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s