Dalam fiqh imam Syafi’i, semua duduk dalam solat adalah duduk iftirasy! Kecuali rakaat terakhir yaitu duduk tawarruk!

Sedang menurut fiqh imam Hambali, semua solat 2 rakaat, seperti subuh, jumat, sunah, dan qashar, semua duduk termasuk duduk terakhir adalah duduk iftirasy!

Menurut fiqh imam Hanafi, semua duduk adalah duduk iftirasy, berapapun rakaatnya!

Dan menurut fiqh imam Malik, semua duduk adalah duduk tawarruk, berapapun rakaatnya!

Meskipun sebagian ulama kemudian, menolak pendapat,

imam Hambali karena ada hadis mengenai duduk tawarruk di rakaat kedua,

imam Hanafi karena hadis yang dipake sebagai dalil lemah,

imam Malik karena ada hadis lain mengenai duduk iftirasy.

dan duduk iftirasy bukanlah/tidaklah menyilangkan kaki!

Wallahu a’lam..

View on Path

Iseng baca kitab keluarannya pentateukh (5 kitab Musa/Torah),

baru tau…

Kalo Tuhan murka dan hendak membinasakan Bani Israil selain Musa, dan Musa berusaha menenangkan Tuhan…

Banyak pemikir islam yang juga ikut-ikutan mencari nubuatan Nabi Muhammad SAW baik di Perjanjian lama dan Perjanjian Baru!

Tapi kalo melihat firman Tuhan disini, jelas Tuhan tidak menubuatkan siapa-siapa?

Orang main membinasakan aja!

Kalo Tuhan memang akan menubuatkan seorang, seharusnya FirmanNya tidak seperti itu!

Bahkan Tuhan tidak memperkenalkan orang yang dinubuatkan tersebut kepada Musa!

Atau Tuhan lupa kalo Dia sudah menubuatkan seseorang 1 milenium (seribu tahun) berikutnya?

View on Path

Al-Furqan:

(53). ۞ وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.

(54). وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا ۗوَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا
Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan ber-besan-an/ber-ipar-an, dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.

Ar-Rahman:

(19). مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,

(20). بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

(21). فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

View on Path