#FezaJournal belajar soal teh Jepang

image

“Disamping kita ada teh yang biasa diminum Kaisar Jepang” jelas Jessica dengan semangatnya…

Scene ini berada di gedung olveh di kawasan Kota, Jakarta Utara. Atau lebih tepatnya, di samping Stasiun Kota tepat di seberang pintu keluar stasiun.

Adalah polah dari Zelda, salah satu member #Urbanites yang ngajak kesini sebelum #Urbanites buka (puasa) bersama. Soal event-event hipster, Zelda dan Irda lebih update ketimbang member #Urbanites lainnya.

Nah, salah satu yang menarik perhatian gw, jelas booth teh!

Snapchat-1640814071642936196

Di booth ini, ada 2 cewek yang jaga, dan salah satunya, Jessica, menjelaskan ke gw tentang teh yang jujur aja, gw baru tau.

Gw: “jadi, apa sih bedanya hojicha, sencha, sama matcha?”

Jessica: “hojicha itu sama kayak teh hitam, sencha sama kayak teh hijau, nah kalo matcha itu, teh hijau yang dibuat jadi bubuk! Ga cuma daunnya, tapi batangnya juga termasuk yang jadi bubuknya!”

Jessica: “kita ini kali kedua ikut event kayak gini, yang pertama kita gak jual tehnya dalam bentuk sachet, kalo sekarang kita jual! Cuma…. Kita ga jual yang matcha dalam sachetnya! Yang matcha cuma buat diminum disini!”

Jessica: “O iya… Semua teh yang ada disini, kita belinya di Jepang langsung loh!”

Jessica pun menjelaskan kalo mereka-mereka ini sebenernya 1 kantor tapi seneng traveling terutama ke Jepang. Mereka pun bermufakat untuk sepakat beli teh-teh di Jepang dan coba untuk dipamerkan di event-event / pameran-pameran.

Dan sayangnya menurut gw, mereka ga punya akun instagram buat teh-teh jualannya itu! Ya itu juga karena mereka memang belum serius menggarap jualan online sih.

Melihat ketertarikan gw terhadap teh, Jessica pun menunjukkan kalo booth di samping malah ngadain “japanese tea ceremony“! Tapi ya karena masih sekitar jam 16.30 dan gw masih puasa, jelas gw ga minta ditunjukin ceremonynya! šŸ˜„šŸ˜‹

Soalnya, “japanese tea ceremony“nya bayar Rp 100 ribu! Wajar sih menurut gw! Toh, mereka khan menyajikan teh-teh yang langsung dibawa dari Jepang langsung! Nah, sayangnya teh-teh yang akan disajikan itu khan ga bisa gw minum toh? šŸ˜„šŸ˜‹

Setelah say thanks ke Jessica, gw pun melipir ke booth sebelah, yang “japanese tea ceremony” ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s