Gagasan mengenai cahaya ini menarik (buat gw)!

Bukan karena kitab kejadian dimulai dengan “cahaya”, tapi karena dalam fisika, cahaya itu istimewa.

Selain cahaya memiliki “spektrum warna” yang bervariatif (percobaan Newton), cahaya juga memiliki intensitas dan frekuensi yang berbeda-beda.

Einstein mendapatkan penghargaan nobelnya atas penemuannya “efek fotoelektrik”, dimana elektron bisa “melompat” dari sebuah logam yang disinari cahaya!

Tidak semua cahaya bisa menghasilkan efek fotoelektrik ini!

Jadi, gak usah khawatir kalo mobil lo tersorot lampu dari mobil lainnya!

Einstein menemukan teori relativitas umumnya setelah dia “melepaskan” stigma kalo segala sesuatunya dalam ruang-waktu adalah absolut (teori ruang-waktu absolut Newton).

Yaitu ketika dia berimajinasi jika ada dua “kilat” yang turun bersamaan ke bumi namun dengan tujuan yang berlawanan.

Yang masih jadi pertanyaan gw adalah, kenapa cahaya tidak mengandung listrik (baca: elektron) sedangkan “kilat” mengandung listrik (baca: elektron) jutaan volt?

View on Path