Hmmm…

Ini iya banget…

Mata itu hanya meneruskan pantulan cahaya.. Inget yah! Pantulan cahaya! Bukan benda itu sendiri..

Melewati pupil, lalu lensa mata..

lensa mata sendiri memutar balikkan cahaya yang masuk..

Tau gak? Cahaya yang jatuh di retina itu terbalik loh! Ibarat kaki di kepala, kepala di kaki!

Otot lensa mata yang tidak normal menentukan dimana cahaya itu “jatuh”! Di depan retina atau “belakang” retina.. Yang kita kenal dengan istilah rabun…

Lalu diteruskan dan diterjemahkan dan dibalikkan lagi cahaya yang terbalik tersebut oleh otak…

Panca indera manusia hanya bisa menerima lalu meneruskan sesuatu yang bersifat gelombang/getaran (dualitas cahaya juga partikel dan gelombang/getaran)..

Mata hanya bisa meneruskan gelombang cahaya…

Telinga hanya meneruskan rambatan karena getaran gendang suara…

Indera peraba, perasa, dan penciuman pun serupa!

Kita tidak mampu melihat/mendengar/meraba/merasa/mencium benda secara mutlak!

Semua relatif…

*gw ngomong apa sih!

Menjadi bijaksana

View on Path

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s