Walopun bermazhab Syafi’i, ormas Muhammadiyah pun secara lembaga tidak membaca qunut dimana ormas NU secara lembaga membaca qunut.

Padahal…

KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan KH. Hasyim Asy’ari sama-sama memilik guru yang sama di Mekkah, Al-Minangkabawi, dan belajar bersama-sama.

Ada cerita dari putera Buya HAMKA….

Ketika masih muda, Buya HAMKA sama sekali tidak mau membaca qunut. TITIK!

lalu setelah berlalunya waktu, ada hal yang mengejutkan murid-muridnya ketika Buya HAMKA menjadi imam shalat di suatu daerah, Buya HAMKA bertanya kepada makmum

“Kalian disini baca qunut atau tidak?”

Ketika Buya HAMKA ditanya oleh murid-muridnya, Buya HAMKA menjawab dalam kerendahan hati “dulu saya hanya membaca satu buku! Sekarang saya membaca banyak buku!”

Dalam ijtihad, terutama soal fiqh, perbedaan (dalam hal furu’/cabang) adalah hal biasa banget! Jangan jadikan itu sebagai perselisihan.

Bahkan sezaman dengan Nabi SAW pun, sama-sama berpegang pada Quran dan Sunnah (perkataan dan perilaku Nabi SAW), Abu Bakar ra dan Umar bin Khatthab ra banyak berbeda dalam hal ijtihad.

Wallahu a’lam…

http://www.nu.or.id/post/read/73502/yang-dilakukan-imam-syafii-saat-ziarahi-makam-abu-hanifah

View on Path

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s