Lagi rame tagar “saksi ga lihat” di temlen twitter, karena saksi yang diajukan penuntut umum kasus Ahok bukan orang-orang di kep. seribu saat Ahok diklaim menista agama, tapi orang-orang yang hanya berbekal video semata.

Trus gw tiba-tiba mikir…

Bukannya di agama sendiri, keterangan beberapa saksi yang tidak melihat langsung si pembawa ajaran agama ada juga yang diterima khan?

Dan itu baik-baik saja ratusan bahkan ribuan tahun?

Di islam juga ada sih, kalo pernah denger istilah “hadis sahih” dan “hadis dhaif” ya persis kayak gitu..

Misal, sanad (rantai periwayatan) nya dari Rasulullah SAW lalu didengar si A, si A mengabarkan ke si B, si B ke si C, si C ke si D, sampai didengar sama perawi hadis (katakan Bukhari).

Dicek tuh sama si Bukhari, si A itu gimana? si B? C? D?

Oh… Ternyata si C terkenal sebagai tukang gosip atau tukang bohong!

Maka hadisnya dinilai dhaif.. Walopun mungkin saja matan (materi/konten) nya bener-bener bersumber dari Rasulullah SAW, tapi karena dalam sanadnya ada yang cacat, makanya hadis tersebut ga bisa jadi pegangan apalagi sumber hukum syariah / fiqh.

Wallahu a’lam…

*kenapa gw jadi mikir gini sih?

View on Path

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s