Mengingat…

Jalanan Sudirman merah menyala di maps, dan langit juga hitam legam…

Menimbang…

“Pak, ini kita mau lurus aja sepanjang Sudirman?”

“Iya mas…”

“Tau jalan tikus masuk lewat chase plaza ga pak?”

“Tau pak…”

Memutuskan…

“Kita lewat situ aja pak! Kita bypass Sudirman, ntar keluar-keluar di Casablanca…”

“Trus nanti kita lewat Sampoerna Strategic Square ya mas?”

“Indeed!” (tanpa berbicara seperti itu sebenernya! ๐Ÿ˜‹)

Ternyata, si bapak ojek berkelok masuk bundaran Dukuh Atas lanjut jalan Galunggung lewat Setiabudi…

Khazanah perjalantikusan si bapak ojek ternyata amat mumpuni…

Pertanyaannya, kenapa musti gw tanya dulu jalan tikusnya kalo ternyata si bapak lebih tau?

Mungkin begitulah hidup ya? Kita yang memutuskan kemana arahnya? ๐Ÿ˜‹

Padahal, waze sama google maps ga memperhitungkan jalan tikus ini (mungkin karena bukan jalan mobil?), dan gw nyampe lebih cepat dari yang direkomendasiin 2 apps tersebut..

View on Path

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s