Abis ketemuan sama si Jenius..

Asli Jenius ini orang..

Baru nemu orang yang ga belajar tapi nilainya (hampir) semua sempurna..

Ikut semua olimpiade (karena menguasai semuanya) dari mulai fisika, kimia, sampe matematika..

Sampe ke tingkat international dan membawa medali perak ke provinsinya..

Belom juga masuk SMA, tapi udah mampu menjawab semua soal anak SMA sampe soal anak kelas 3 SMA dari mulai matematika sampe bahasa Inggris..

Giliran gw tanya IQnya berapa, dia jawab belom pernah tes!

Menurut jurnal ilmiah, orang yang IQnya tinggi cenderung indigo..

Dan ternyata “sahabat saya yang super” ini pun!

Gw baru tau kalo pocong itu melayang dan ga melompat.. Dan pocong ga seserem yang digadang-gadangkan..

“Sahabat saya yang super” ini pernah diikutin trus ngomel “eh setan lemper!” trus pocongnya ilang! 😂

Mungkin itu “kalimat sakti” ngusirnya.. 😋✌

View on Path

#FezaSoliloquy gw masih belum paham, kenapa orang-orang begitu mengejar kebahagiaan

Gw jadi kepikiran curhatan temen gw tempo lalu “gw cuma mau bahagia?”

Pertanyaannya, kenapa kita harus bahagia? Apa yah jawabannya?

Barusan ngaji Quran surah ke 21, surah Al-Anbiya ayat ke 35, segala hal yang terjadi sama kita itu, baik dari perspektif kita hal tersebut baik maupun buruk, semuanya adalah ujian!

Lantas apakah kita tidak boleh bahagia?

Gw pribadi, agak ga peduli bahkan ga mikirin kebahagiaan!

Kenapa?

Biasanya, kebahagiaan itu berhubungan dengan hawa nafsu!

Apakah setelah kita mendapatkan beberapa kebahagiaan tersebut kita puas?

Gw rasa tidak!

Lo akan terus-menerus mengejar hal yang lo sebut kebahagiaan! Karena nafsu lo terus hidup dan nafsu lo butuh “makan”!

Gw lebih “mengimani” yang sering gw gadang-gadang dengan sebutan “joy and bliss” atau “sukacita dan kebahagiaan yang hakiki”..
Kenapa? Karena ada ketenangan batin disana!

Ada ketentraman jiwa..

Dimana ketika lo meraih semua itu, hal-hal dari luar sudah tidak mampu mempengaruhi kedalaman hati dan jiwa lo..

Maqam atau derajat yang dalam agama Islam dikenal ‘yaa ayyuhal muthmainnah’