“Kok lo ga ngerasa heran atau aneh denger pengakuan gw barusan?” ujar temen gw yang malah aneh sama reaksi gw yang biasa aja setelah ngedenger salah satu hal paling menjijikan yang dilakuin temen gw itu..

Well… I never thought that sih.. Soalnya autopilot aja πŸ˜„

Yang jelas,

Pertama, gw udah sering ngedenger cerita langsung dari beberapa sumber yang bahkan lebih menjijikkan atau bahkan yang lebih enggak banget yang jarang didengar atau diperbincangkan khalayak

Kedua, kalo gw kaget “hah? Lo pernah anu?”, i could tell dari statement lo ada unsur ‘judge’nya.. Gw sendiri ga suka (atau bahkan lebih kearah benci) buat nge’judge’ orang lain!

Yang ketiga, hakikatnya orang cerita itu ingin dapat respon!

Syukur-syukur responnya konstruktif! Sehingga komunikasinya bisa terus mengalir..

Dan seketika lawan bicara kita menunjukkan perilaku ‘judge’nya disadari atau tidak (bisa dilihat dari gesture dan mimik muka), gw bisa sangat yakin bahwa si narator segera ingin mengakhiri ceritanya! Bahkan berharap tidak pernah cerita!

Lo cerita ke gw karena ingin dapet respon bahkan advice hingga masukan membangunkan?

Dude! It just… Lo bukan orang pertama yang gw perlakukan laiknya orang ingin didengarkan!

Insyaa Allah…

View on Path

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s