#FezaSharing Mau dikeluarkan atau diselamatkan Allah SWT dari duka atau kesuraman? Perhatikan baik-baik kode dari Allah SWT berikut!


Siapa yang tidak tahu kisah Nabi Yunus AS yang ditelan oleh ikan besar?

Menarik.. Coba perhatikan Firman Allah SWT dalam surah al-anbiya (QS ke 21) ayat 87. Allah SWT menggunakan kalimat فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ yang kira-kira tafsirannya ‘mengeluarkan suara (menyeru/berteriak pelan/menyatakan) didalam kegelapan/kesuraman (kedukaan)’.
Posisi Nabi Yunus AS dalam kisah ini jelas-jelas didalam perut ikan besar yang bis jadi, habitatnya di laut yang agak dalam (mengingat habitat ikan-ikan besar lainnya di lautan).

Kata  فِي (arti: ‘di’ atau ‘didalam’) dalam ayat ini tidak menunjuk kepada tempatnya, tapi situasinya.

Bukankah jelas sudah? Ini kode dari rabb kita bahwa situasi pada ayat ini juga bisa menimpa siapapun dari kita?

Hal yang pertama dilakukan Nabi Yunus dalam situasi ini adalah “mengaku” bersalah. Nabi Yunus AS bahkan menglaim diri Beliau AS termasuk orang-orang yang zalim. Tentunya dengan “meninggikan” rabbnya dengan “menyucikannya”! 

(Penafsiran “meninggikan” dan/atau “menyucikan” Allah SWT akan kita bahas nanti, insyaa Allah. Perlu diperhatikan! Dalam Aqidah ahlussunnah wal jamaah, Allah SWT tidak butuh “peninggian” dan “penyucian” dari hamba-hambaNya atau siapapun! Kitalah yang membutuhkan “meninggikan” dan “menyucikan” Allah SWT tersebut!)

Menarik pula.. Di akhir ayat 88 ini, Allah SWT menyinggung hambaNya yang beriman dengan kata الْمُؤْمِنِينَ ! Walopun semakna, maqam atau kedudukan الْمُؤْمِنِينَ  berbeda dengan kata أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا. Perbedaannya ada pada tingkat/posisi keimanan (dalam hati), dimana kata yang terakhir tingkatannya berada dibawah dari kata yang pertama.
Pada ayat lanjutannya, ayat 88, Allah SWT menggunakan kata فَاسْتَجَبْنَا لَهُ yang maknanya ‘maka Kami ‘istajab’ (jawab/kabulkan (doanya))’.

Menarik.. Bukankah di kalimat yang diserukan/disuarakan oleh Nabi Yunus AS bukan doa?

Di kalimat lanjutannya, semua jadi jelas! وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ  yang maknanya ‘Kami selamatkan (keluarkan) dari kesuraman/kegelapan yang pekat!

Nabi Yunus AS memang tidak menyuarakan doa atau permintaan. Tapi jelas sekali situasinya saat itu sedang dalam keadaan yang butuh sekali pertolongan Allah SWT.

Dan inilah kunci / rahasia dikabulkan semua permintaan dan juga diselamatkan/dikeluarkan dari kedukaan/kesuraman/situasi yang luar biasa hitam pekat, pada ayat ke 90.

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ yang maknanya ‘mereka (para Nabi AS yang dikisahkan dalam surah Al-Anbiya) adalah orang-orang yang bersegera didalam الْخَيْرَاتِ atau kebaikan (baca: amal shalih)!

Lalu ditambah oleh Allah SWT kalimat berikutnya وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا yang maknanya ‘Dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan takut’!

Sebagaimana hadits berikut:

“Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjenguk seorang pemuda yang sedang menjelang sakaratul maut (saat menjelang kematian), maka beliau  bertanya kepada pemuda tersebut:

«كَيْفَ تَجِدُكَ؟». قَالَ: وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّى أَرْجُو اللَّهَ وَإِنِّى أَخَافُ ذُنُوبِي. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ  «لاَ يَجْتَمِعَانِ فِى قَلْبِ عَبْدٍ فِى مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ» رواه الترمذي وابن ماجه وغيرهما.

“Apa yang kamu rasakan (dalam hatimu) saat ini?”. Dia menjawab: “Demi Allah, wahai Rasulullah, sungguh (saat ini) aku (benar-benar) mengharapkan (rahmat) Allah dan aku (benar-benar) takut akan (siksaan-Nya akibat dari) dosa-dosaku”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah terkumpul dua sifat ini (berharap dan takut) dalam hati seorang hamba dalam kondisi seperti ini kecuali Allah akan memberikan apa yang diharapkannya dan menyelamatkannya dari apa yang ditakutkannya” (HR at-Tirmidzi (no. 983), Ibnu Majah (no. 4261) dan al-Baihaqi dalam “Syu’abul iman” (no. 1001 dan 1002), dinyatakan hasan oleh imam at-Tirmidzi, al-Mundziri dan syaikh al-Albani dalam “Shahihut targiib wat tarhiib” (no. 3383).)

Tulisan ini terinspirasi ustadz Adi Hidayat, dimana konten-konten dalam tulisan ini sebagian besar dikutip dari ceramah beliau.

Wallahu a’lam bishshawab..

*sumber foto berasal dari ibnukatsironline.com

#FezaSharing 4 latihan sebelum tidur? Lha… Ini mah gerakan solat semua 😋

Nemu latihan sebelum tidur supaya relax. Pas gw liat, “lhaaaa… Ini mah semua gerakan solat!” Dan insyaa Allah, gerakan solat ga hanya membuat rileks tubuh, tapi juga mental dan jiwa..

Emang cuma tubuh yang butuh rileks?

Sumber video: @awkwardgoogle: 4 Exercises For Relaxation Before Bedtime https://twitter.com/awkwardgoogle/status/869252620543721472/video/1

#FezaSharing dilarang tidur setelah sahur!


Gw pernah posting kalo yang ditunggu selama ramadhan selain matahari terbenam adalah matahari terbit.

Kenapa?

Karena dari zaman Nabi hingga para Ulama kemudian melarang tidur setelah subuh! (Hingga matahari terbit!)

Waktu tersebut adalah waktu memanen pahala, apalagi diisi dengan ibadah.

Ternyata..

Bagi yang puasa (dan melaksanakan sahur), tidur sebelum 2 jam setelah sahur amat sangat tidak dianjurkan!
Sumber foto: https://tirto.id/bahaya-tidur-setelah-sahur-cpuM
Artikel islam: https://rumaysho.com/42-kebiasaan-tidur-pagi-ternyata-berbahaya.html

#FezaSharing yakin masih mau Puasa tapi ninggalin solat wajib?

Dalam hadits (yang gw kutip di akhir tulisan), banyak orang berpuasa, tapi cuma dapat lapar dan haus doank! Ya masih lumayan sih ya kalo dilihat dari segi kesehatannya.

Tapi…

Yakin cuma mau dapet lapar dan haus doank?

Sumber foto: http://www.nu.or.id/post/read/69091/hukum-puasa-tapi-tinggalkan-shalat

Hadits:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabirdan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalamShohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya).

#FezaSharing Anjing Liar di Istanbul ditutupi selimut oleh penduduk setempat.

Dalam hadits Nabi SAW, ada seorang wanita masuk surga karena mati kehausan karena mendahulukan memberi minum seekor anjing yang kehausan.

Bagaimana yang tiap hari menjaga (seekor atau lebih) anjing dari mati kedinginan?

Insyaa Allah!

Keren sih ini!

@spectatorindex: IMAGE: Locals in Istanbul cover stray dogs with blankets during winter https://twitter.com/spectatorindex/status/866685109168164864/photo/1
Shared via TweetCaster

#FezaSharing selain First Lady, POTUS ternyata menerima tepisan tangan (hand swat) dari Paus (Pope).

Setelah viral tepisan tangan (hand swat) dari First Lady saat POTUS ingin menggandeng tangannya. Muncul tepisan tangan (hand swat) berikutnya dari Paus Fransiskus (Pope Francis).

Gw pribadi kaget, tidak menyangka tindakan tersebut dari Beliau. Mengingat Beliau selalu terlihat ramah dan baik hati.

Ternyata, itu parodinya Jimmy Kimmel di late nite show:

Sumber: https://www.popsugar.com/news/Jimmy-Kimmel-Segment-Pope-Donald-Trump-43575621


#FezaSharing peninggalan masa lalu dan warisan pada generasi mendatang

Satu hal yang gw yakini (selain tiada Tuhan selain Allah SWT tentu saja):

“Kita berhutang pada generasi terdahulu atas tulisan dan juga benda lain peninggalan sejarah mereka, begitupun kita berhutang pada generasi penerus kita, apa-apa saja yang terjadi, melalui media yang sama, hanya lebih modern”

Sebagai penikmat — kalau ingin lebih disebuta sebagai penyuka — sejarah, apa yang ditinggalkan oleh generasi pendahulu amatlah menarik perhatian gw — kalau lebih mau disebut “menikmati” –.

Baca artikel diatas kemarin sore (minggu, 21 mei 2017), mengamini pemikiran gw diatas, bahwa kita (ini menurut ijtihad gw semata) wajib menulis bahkan meninggalkan foto dan/atau video tentang apa-apa saja yang terjadi saat ini.

Cerita hari ini adalah sejarah bagi mereka dimasa depan. (Bisa gw jadiin quote nih pemikiran gw! 😋)

Artikel yang gw lampirkan ini cerita yang lumayan detail tentang yang terjadi sebelum, detik-detik terjadinya, dan saat setelah berlalunya peristiwa yang kita kenal dengan berbagai macam, (yang gw pribadi sebut dengan) “kerusuhan mei 1998”.

Oke…

Poin yang mau gw sampaikan di postingan ini sebenernya bukan tentang “kerusuhan mei 1998” nya, tapi lebih ke pemikiran gw bahwa kita harus — atau lebih suka disebut wajib — meninggalkan tulisan dan juga media seperti foto dan/atau video.

So…

Moral postingan ini adalah, tetap berkarya melalui tulisan dan media seperti foto/video ya!

Sumber foto: http://www.rappler.com/indonesia/133727-cerita-gerakan-mahasiswa-1998-gulingkan-soeharto?image_id=66E165C47E614E6EAD85426C2711D6B5&utm_content=image_sharebar&utm_medium=social&utm_campaign=imagesharing&utm_source=twitter#66E165C47E614E6EAD85426C2711D6B5

#FezaSharing Mau selalu good mood? Di-teh-kan saja!

Tiada hari tanpa minum teh! Begitulah keseharian gw yang gak bisa lepas dari teh! Walopun seringnya teh dalam kemasan sih yang gw konsumsi.

Apa ini salah satu gw selalu good mood?

Source: http://www.rappler.com/indonesia/gaya-hidup/164564-manfaat-minum-teh-bagi-tubuh?utm_source=indonesiatw&utm_medium=referral