#FezaSoliloquy {وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ}Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan. (Adz-Dzariyat: 49)

Jam 3 pagi, sambil minum es Lemon Teanya McDonald’s, tetiba gw mikir

“Es itu dingin! Kenapa dingin? Khan dalam konsep fisika, dingin merupakan ketiadaan (energi) panas (gw pernah denger cerita tentang Einstein menjawab soal ini)?

Pertanyaannya, bukankah Allah SWT telah berfirman, kalau segala sesuatu itu diciptakan berpasang-pasangan?

Bagaimana dengan konsep berpasangan panas-dingin? Mereka saling menghilangkan atau negate each other, aite?”

Jadi, berpasangan itu hakikatnya tidaklah selalu bersama! Yang satu baru bisa hadir saat pasangannya tidak hadir!

{قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلا تَسْمَعُونَ (71) قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلا تُبْصِرُونَ (72) وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (73) }


Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?” Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. (Al-Qashash: 71-73)

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا (62)


Dan Dia (pula)yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. (Al-Furqan: 62)


Disclaimer: tafsir diatas disadur dari tafsir Ibnu Katsir ra.

#FezaSoliloquy gw masih belum paham, kenapa orang-orang begitu mengejar kebahagiaan

Gw jadi kepikiran curhatan temen gw tempo lalu “gw cuma mau bahagia?”

Pertanyaannya, kenapa kita harus bahagia? Apa yah jawabannya?

Barusan ngaji Quran surah ke 21, surah Al-Anbiya ayat ke 35, segala hal yang terjadi sama kita itu, baik dari perspektif kita hal tersebut baik maupun buruk, semuanya adalah ujian!

Lantas apakah kita tidak boleh bahagia?

Gw pribadi, agak ga peduli bahkan ga mikirin kebahagiaan!

Kenapa?

Biasanya, kebahagiaan itu berhubungan dengan hawa nafsu!

Apakah setelah kita mendapatkan beberapa kebahagiaan tersebut kita puas?

Gw rasa tidak!

Lo akan terus-menerus mengejar hal yang lo sebut kebahagiaan! Karena nafsu lo terus hidup dan nafsu lo butuh “makan”!

Gw lebih “mengimani” yang sering gw gadang-gadang dengan sebutan “joy and bliss” atau “sukacita dan kebahagiaan yang hakiki”..
Kenapa? Karena ada ketenangan batin disana!

Ada ketentraman jiwa..

Dimana ketika lo meraih semua itu, hal-hal dari luar sudah tidak mampu mempengaruhi kedalaman hati dan jiwa lo..

Maqam atau derajat yang dalam agama Islam dikenal ‘yaa ayyuhal muthmainnah’

#FezaSoliloquy cerita penciptaan alam semesta 6 hari dan sejarahnya 1 minggu itu 7 hari.


Jadi.. Pas kemaren posting blog soal “alam semesta ‘bergerak’ dengan seminimal mungkin”, muncul pertanyaan gw “trus apakah Tuhan menciptakan alam semestanya dengan susah payah? Toh it took million years juga khan buat matahari dari ketiadaan sampe dia siap bertugas? Tuhan tetap mencipta sesuai dengan waktu prosesnya?”

Barusan ngaji (Quran), eh pas baca ayat yang berhubungan dengan penciptaan.

Trus muncul lagi pertanyaan gw “bagaimana sih cerita asal muasal 1 minggu itu 7 hari?”

Pertama, tentang asal muasal 1 minggu itu 7 hari, lo bisa cek disini:

http://www.livescience.com/45432-days-of-the-week.html
Kedua, tentang ayat diatas, lo juga bisa cek tafsir Ibnu Katsir disini:

http://www.ibnukatsironline.com/2015/05/tafsir-surat-al-araf-ayat-54.html?m=1
Ketiga, ada artikel bagus nih tentang matahari:

http://www.space.com/58-the-sun-formation-facts-and-characteristics.html

#FezaSoliloquy jadi, dalam Perjanjian Lama, Musa terdampar 40 tahun di padang gurun karena “salah bicara”?

Abis baca postingan seseorang di facebook, yang menyatakan Musa tidak bisa masuk di tanah yang dijanjikan KARENA TIDAK PERCAYA. Benarkah itu? Ternyata, karena salah bicara terutama berhubungan dengan Firman Tuhan. Berat sekali hukumanNya dirasa Musa.

Sumber foto: http://www.sarapanpagi.org/pnyebab-musa-tak-dpt-msk-ke-tnah-kanaan-vt2685.html

#FezaSoliloquy Lazy people accomplish more? Sebagai pemalas, kok gw belom accomplish more?

Baca twit ini, gw pun akhirnya googling, ternyata ga ada satupun yang klaim quote ini?
Tapi pertanyaannya, kenapa banyak sekali pernyataan bahwa malas identik dengan kesuksesan? Dan sebagai pemalas, kenapa kesuksesan tersebut tampak malu atau enggan sekedar menyapa saya?

Dapet artikel dari laman telegraph.

Menarik!

http://www.telegraph.co.uk/finance/jobs/11387292/Why-being-lazy-and-procrastinating-could-make-you-wildly-successful.html

#FezaSoliloquy The less effort, the faster and more powerful you will be. Apa yah maksud quote si Bruce Lee ini?



The principle of least action..

Hukum universal alam semesta ini memang dilontarkan oleh pakar fisika, mengingat alam semesta “bergerak” dengan energi semininal mungkin.

Tapi pertanyaan, kenapa hal yang sama bisa dilontarkan oleh Bruce Lee?

Bukan…. Gw bukan menyangsikan Bruce Lee tau tentang hukum universal alam semesta ini, atau “tau apa Bruce Lee tentang fisika?!”

Bukan….

Sepengetahuan gw, Bruce Lee salah satu orang yang paling aktif di dunia. Karenanya, Bruce Lee mampu menguasai keahlian beladiri, bahkan pernah menjadi yang tercepat dalam gerakan-gerakannya.

Untuk mencapai semua itu, jelas Bruce Lee bukanlah seorang pemalas (baca: melakukan ‘less effort’).

Jadi… Bagaimana orang yang paling aktif (more effort) didunia justru mengajak untuk ‘less effort’?

Jawaban-jawaban di Quora cukup menjawab pertanyaan-pertanyaan gw diatas.

https://www.quora.com/The-less-effort-the-faster-and-more-powerful-you-will-be-What-does-Bruce-Lee-mean

#FezaSoliloquy sama seperti yang gw pikirkan, orang-orang kayalah penggerak perekonomian.

Postingan pertama #FezaSoliloquy nih! 😁

Jadi… Kenapa Amerika bisa sangat kaya?

Fakta dan (tentu saja) narasi yang dibawakan Profesor Burton Folson, Profesor ilmu sejarah dari Hillsdale Collage disini amat sangat menarik dan menambah khazanah informasi gw pribadi..

Lalu ku terkenang akan mantan… eh masa lalu bersamanya… eh akan masa yang telah silam maksudnya! 😢😒😕😂😋✌

Jadi gini yah…

Gw tuh dari dulu punya pemikiran, ekonomi bergerak salah satunya karena adanya belanja negara. Adanya outflow. Lalu, dari manakah inflownya?

Buat yang bingung apa itu outflow sama inflow, outflow itu uang keluar. Kalo inflow? Uang masuk? Tepatnya uang kedalam.

Karena antonim dari kata “keluar” ya “kedalam”, khan? Ahahahaha 😋✌

Oke… Sekadar intermezzo yang tidak lucu..

Balik lagi ke outflowinflow, dari mana inflow negara kita?

Bisa dari berbagai macam, jelas porsi yang terbesar (bisa hingga 3/4 lebih) dari pajak.

Menurut artikel dari laman resmi pajak, (http://www.pajak.go.id/content/article/penerimaan-pajak-non-pph-migas-2016-tumbuh-2915)

60% penerimaan pajak non migas berasal dari PPh!

Singkatnya, penghasilan (baca: objek pajak penghasilan) adalah hasil dari kegiatan produktif yang dilakukan oleh orang-orang kaya (well, kaya yang gw maksud disini relatif sih).

Bahkan 36% penerimaan pajak non migas berasal dari PPN dan PPnBM yang juga (gw asumsikan) dihasilkan oleh orang-orang kaya melalui belanja rumah tangga dan lain-lain sih.

Jadi, suka gak suka, terlepas dari (mungkin) kelakuan yang tidak kita sukai dari orang-orang kaya, negara “berhutang” kepada aktivitas produktif mereka.

Well….

Itu dari sudut pandang penerimaan negara berupa pajak non migas.

Belum dalam hal lainnya, seperti masuknya investasi dan perluasan lapangan pekerjaan.

OOT: Pemikiran ini timbul karena gw melihat buruknya hoax dan ujaran kebencian yang disebarluaskan melalui ponsel pintar, ketika pilkada DKI Jakarta 2017 kemaren nih, dimana gw lihat orang-orang kaya kesannya negatif.

Mungkin memang ada, mungkin juga sebagian besar, atau mungkin semua orang-orang kaya tersebut berkelakuan sebagaimana yang disebarluaskan.

Dan bukan juga gw membela orang-orang kaya ini.

Arifnya (baca: bijaksananya), kita juga harus berlaku adil kalo mereka jualah yang menggerakkan ekonomi perekonomian negara kita.

Kalo menurut lo gimana? Ada pendapat gw yang kurang tepat? Atau menurut lo salah sama sekali?

Jangan ragu komen yah.. 😁

Sumber foto: https://youtu.be/cHfsk8iL_C0

#FezaSoliloquy kategori baru di blog gw..


Banyak artikel yang menyatakan kalo self talk itu sehat, bahkan bagus sekali buat otak.

Tapi..

Alasan gw buat kategori atas postingan-postingan gw nantinya, karena gw suka mengupas kisah dan kasus yang dianggap tabu menjadi layak dan patut untuk diperbincangkan, tapi dengan catatan! menyingkirkan — jika tidak sanggup melenyapkan — praduga bahkan penghakiman (kalo bahasa kekiniannya ngejudge) orang lain.

Gw meyakini kalo gw pribadi orang yang tidak terlalu — kalau tidak bisa dibilang 100% — suka ngejudge orang lain.

Bahkan, gw gak suka orang lain dijudge.

Itu salah satu alasan gw gak pernah meu cerita tentang orang lain ke orang lainnya lagi, kecuali menceritakan keberhasilan atau kesuksesan mereka. Atau bisa jadi suatu hal yang jadi pembelajaran bagi orang lain, dimana si orang yang dijadikan narasumber oleh gw akan gw anynomous, dimana si identitas apapun yang melekat pada narasumber (insyaa Allah) tidak akan gw beberkan.

Jadi…

Menimbang, mengingat, dan (akhirnya) memutuskan, mending gw ngomong sama diri sendiri lewat postingan-postingan blog gw sendiri dengan kategori baru ini.

Kenapa go public?

Karena gw gak akan tahu apakah tulisan-tulisan ini akan berguna buat gw pribadi atau mungkin buat orang lain.
Sumber foto: http://www.today.com/health/talk-yourself-out-loud-here-s-why-experts-say-s-t76531

#FezaSharing ‘Ulama adalah pewaris para Nabi (Hadits), namun apakah atau siapakah ‘Ulama tersebut?

Syarat ‘ulama (jama’ dari kata ‘aalim atau yang memiliki ilmu)…
1. ‘Litafaqqahu addiin”: seorang faqih (amat sangat paham) tentang agamanya! (Allah SWT menggunakan kata ‘faqiha’ (kata dasar / fi’il madhi) yang bermakna “paham”! Bukan ”alama” yang bermakna “tahu”!)
2. Seorang Faqih (jama’nya Fuqaha) yang amat sangat takut kepada Allah SWT sehingga amat sangat berhati-hati berucap terutama dalam mengeluarkan fatwa!
Jadi… Ya diluar kategori itu ya insyaa Allah bukanlah seorang ‘alim (jama’nya ‘ulama), apalagi kalo ngejeplak itu ga bersesuaian sama nash/dalil (Quran dan Sunnah)…
Sumber: nice sharing dari ustadz Adi Hidayat

https://www.youtube.com/shared?ci=St41MdtBVVQ

#FezaThought Ternyata, cahaya yang bergerak 380.000 km/detik, tidaklah secepat yang kita kira!

image

Waktu nonton “genius by Stephen Hawking eps 1”, gw jadi paham tentang relatifnya ruang dan waktu…

Jadi dalam percobaannya Hawking, matahari, bulan, dan matahari dibuat dengan skala riil ukuran mini, dimana kira-kira bumi seukuran bakso dan matahari seukuran tenda kemah..

Dengan skala riil ukuran mini, jarak 150 juta km ini sama persis dengan 0,8 km miniatur bumi, matahari, dan bulan tadi!

Kita tahu kalo cahaya bergerak kira-kira 380.000 km/detik! Dan dibutuhkan 8 menit sekian untuk cahaya mencapai bumi dari matahari!

Dalam skala riil ukuran mini percobaan diatas, ternyata hanya dibutuhkan jalan kaki ringan untuk menempuh 0,8 km!

TERNYATA, TIDAK TERLALU CEPAT KHAN?

Kalo gak percaya, coba aja jalan sendiri!

Tapi…

Ini khusus untuk si cahaya sendiri!

Lalu, cahaya itu apa?

Cahaya didefinisikan 2 hal yang bertentangan namun kedua sifat ini dimiliki cahaya, yaitu partikel (foton) dan gelombang…

http://m.phys.org/news/2015-03-particle.html

Dalam keadaan normal, partikel tidaklah mungkin gelombang begitupun sebaliknya, kecuali cahaya!

Lalu apa pointnya?

Abis nonton Ant-Man, dimana Dr. Pym menjelaskan tentang dunia sub-atomik dan kuantum fisika, ini membuat gw berpikir, juga ingat ke film dokumenter Hawking tadi!

Dalam dunia sub-atomik, semua yang berlaku pada ruang-waktu umumnya, tidak berlaku didunia sub-atomik!

Dalam keadaan yang tidak umum, seperti “kecepatan cahaya” & “ukuran sub-atomik”, ternyata hukum alam semesta yang kita tahu tidak berlaku!

It just reminds me how mighty The Lord, Allah SWT…